Mimpi itu datang lagi,aku tak tahu bahwa itu pertanda buruk. Aku tak berani bercerita kepada siapa-siapa tentang mimpi burukku karena kurasa hanya akan dianggap bualan oleh orang-orang sekitarku,yah mungkin karena aku hanya seorang bocah berumur menuju 6 tahun yang bahkan Taman Kanak-Kanakpun aku belum lulus.
Aku bermimpi yang sama selama beberapa hari belakangan ini, walaupun aku tak pernah ingat awal dari mimpi itu tapi aku ingat akhirnya kalau ayahku pergi bertugas dan kami sekeluarga mengangisi kepergiannya, dalam hati aku bertanya kenapa kami mesti menangis, jika ayah hanya pergi bertugas?.
Hari itu Selasa 19 Mei 1992,sepulang sekolah aku terkejut karena rumahku ramai orang, ketika kutanya pembantuku dia menjawab bahwa ayahku jatuh dikamar mandi dan sudah dibawa kerumah sakit oleh tetanggaku. Aku khawatir tetapi ibuku yang sedang mengandung adiku berhasil membuatku ceria lagi sekaligus mengingatkanku bahwa hari kamis aku ulang tahun, akupun kembali ceria.
Hari Rabu 20 Mei 1992 aku bertanya pada ibuku apakah ayah baik-baik saja, dan ia mengangguk sambil tersenyum menenangkanku.
Hari Kamis 21 Mei 1992 aku memaksa untuk datang kesekolah karena ingin merayakan ulanh tahunku yang ke 6 disekolah, ya biarpun tidak ada perayaan sebenarnya tapi aku cukup senang dinyanyikan lagu ulang tahun oleh teman-temanku, padahal ibu sudah melarangku untuk sekolah karena ingin menjenguk ayah. Sepulangnya kerumah aku dan guru ngajiku menyiapkan nasi kuning untuk dibagikan kepada tetangga sekitar, begitulah kebiasaan dilingkungan kampungku.
Setelah nasi kuning selesai dan sudah dibagikan akupun beristirahat karena hari sudah gelap, akupun tertidur diruang tamu sampai ada yang membangunkanku untuk menyuruhku pindah kekamar. Diperjalananku menuju kamar ibuku datang dan tampak sedih, Ia menangis. Entah benar atau tidak penglihatanku, karena aku tidak sadar sepenuhnya.
Jum'at 22 Mei 1992 pagi hari rumahku sudah ramai, aku tak tahu ada apa bisa ramai begini, semua saudaraku datang dan menyapaku dengan kalimat "Sabar ya kak,mungkin ini takdir orang baik" tentu kalimat itu bukan kalimat yang lazim diutarakan untuk menyapa orang dipagi hari.
Aku bertanya-tanya dalam hati ada apa ini sambil mencari ibuku yg hamil tua mengandung adikku yang bungsu. "Ayah sudah tak ada nak, ayah sudah tak ada......." Sambil terus meneteskan air mata yang seolah sudah tak terbendung lagi. Aku hanya bisa diam dan kemudian pergi mencari saudaraku untuk bermain.
Aku sungguh belum mengerti waktu itu apa arti kehilangan,arti kebahagiaan.dan arti sebuah keluarga, jika ayahku yang pergi di hari ulang tahunnku yang ke 17 tentu aku akan sangat terpukul sekali. Dan aku baru mengerti arti mimpiku yang terjadi berulang kali bahwa memang ayahku akan pergi tugas lagi, yah karena tugasnya didumia telah selesai untuk menyatukan keluarga kami dan membuat ibuku sebagai wanita yang menurutku paling kuat didunia. Love U mom.
Senin, 26 Juli 2010
Jumat, 23 Juli 2010
Kisah si Rubah yang Ingin Jadi Raja
Rubi rubah tampak kesal sekali setiap melihat Saka singa sang raja hutan memerintah semua makhluk pengisi hutan rimba tempat tinggalnya. Rubi iri dia ingin sekali dapat dihormati dan dapat memerintah seluruh isi hutan atas kemauannya.
Setiap hari Rubi mencari cara agar ia dapat duduk di singgasana sang singa. Rubi pernah mencoba bersama rombongan rubahnya melakukan upaya perebutan kekuasaan, tapi memang Saka singa perkasa tak gentar dan tak berhasil Rubi menurunkannya.
Suatu hari Saka singa jatuh sakit, sakitnya cukup parah sehingga membutuhkan pengganti dia untuk sementara dan akan diadakan pemungutan suara untuk mencari penggantinya. Kabar tersebut sampai ke telinga Rubi rubah, ia tentu gembira sekaligus bingung bagaimana caranya agar ia bisa terpilih menggantikan Saka singa.
Rubi rubah mencari akal bagaimana agar mendapatkan nama baik setelah namanya tercemar akibat ulahnya dulu. Ia memutuskan untuk berpura-pura baik kepada seluruh penduduk hutan sampai masa pemilihan berlangsung.
Hari hari menjelang pemilihan berlangsung diisi Rubi rubah dengan berpura-pura baik kepada seluruh penduduk hutan, ia juga berkata-kata manis dan memberi janji-janji yang tak akan terealisasi, sampai akhirnya penduduk hutan percaya pada omongannya dan memilih Rubi rubah sebagai Raja sementara sampai Saka Singa sembuh dari sakitnya.
Keesokan harinya Rubi rubah mulai menjalankan tugasnya sebagai raja hutan yang baru, keinginannya tercapai, ia mulai memerintahkan seluruh penduduk hutan sesuai keinginannya bukan sesuai kebutuhan rakyatnya. Kekacauan demi kekacauan pun terjadi, janji-janji Rubi rubah pun tak kunjung terealisasi. Ia bingung kenapa hal tersebut bisa terjadi, dia pusing kenapa situasinya sama sekali berbeda pada saat Saka singa berkuasa. Saat Saka singa berkuasa hutan aman dan tentram, tapi kenapa saat Rubi berkuasa semuanya tampak buruk?.
Akhirnya ia minta nasihat Saka singa yang sudah agak membaik.
"Wahai Saka singa, mengapa penduduk hutan menjadi kacau saat aku berkuasa, berbeda sekali dengan waktu kamu berkuasa"tanya Rubi rubah
"Rubi rubah, untuk jadi pemimpin yang hebat itu bukan hal yang mudah, banyak sekali yang harus dipertimbangkan sebelum kita mengeluarkan pendapat, perintah, atau tindakan yang sesuai dengan kebutuhan penduduk bukan kemauan sang pemimpin".
"Dan yang harus diingat adalah tidak semua makhluk menyukai keputusanmu, jadi wajar bila ada yang tidak suka padamu" ujar Saka singa kepada Rubi rubah.
Rubi rubah merenungkan percakapan dengan Saka singa, ia sadar bahwa ia selama ini memerintah hanya semaunya saja bukan berdasarkan kebutuhan penduduk hutan, ia juga berjanji dalam hati akan lebih baik lagi.
Akhir cerita si Rubi rubah berubah lebih baik lagi sampai Saka singa kembali sehat dan siap untuk memerintah hutan. Setelah Saka singa sembuh Rubi rubah diangkat menjadi penasihat kerajaan dan kerajaan hutanpun kembali tentram.
Setiap hari Rubi mencari cara agar ia dapat duduk di singgasana sang singa. Rubi pernah mencoba bersama rombongan rubahnya melakukan upaya perebutan kekuasaan, tapi memang Saka singa perkasa tak gentar dan tak berhasil Rubi menurunkannya.
Suatu hari Saka singa jatuh sakit, sakitnya cukup parah sehingga membutuhkan pengganti dia untuk sementara dan akan diadakan pemungutan suara untuk mencari penggantinya. Kabar tersebut sampai ke telinga Rubi rubah, ia tentu gembira sekaligus bingung bagaimana caranya agar ia bisa terpilih menggantikan Saka singa.
Rubi rubah mencari akal bagaimana agar mendapatkan nama baik setelah namanya tercemar akibat ulahnya dulu. Ia memutuskan untuk berpura-pura baik kepada seluruh penduduk hutan sampai masa pemilihan berlangsung.
Hari hari menjelang pemilihan berlangsung diisi Rubi rubah dengan berpura-pura baik kepada seluruh penduduk hutan, ia juga berkata-kata manis dan memberi janji-janji yang tak akan terealisasi, sampai akhirnya penduduk hutan percaya pada omongannya dan memilih Rubi rubah sebagai Raja sementara sampai Saka Singa sembuh dari sakitnya.
Keesokan harinya Rubi rubah mulai menjalankan tugasnya sebagai raja hutan yang baru, keinginannya tercapai, ia mulai memerintahkan seluruh penduduk hutan sesuai keinginannya bukan sesuai kebutuhan rakyatnya. Kekacauan demi kekacauan pun terjadi, janji-janji Rubi rubah pun tak kunjung terealisasi. Ia bingung kenapa hal tersebut bisa terjadi, dia pusing kenapa situasinya sama sekali berbeda pada saat Saka singa berkuasa. Saat Saka singa berkuasa hutan aman dan tentram, tapi kenapa saat Rubi berkuasa semuanya tampak buruk?.
Akhirnya ia minta nasihat Saka singa yang sudah agak membaik.
"Wahai Saka singa, mengapa penduduk hutan menjadi kacau saat aku berkuasa, berbeda sekali dengan waktu kamu berkuasa"tanya Rubi rubah
"Rubi rubah, untuk jadi pemimpin yang hebat itu bukan hal yang mudah, banyak sekali yang harus dipertimbangkan sebelum kita mengeluarkan pendapat, perintah, atau tindakan yang sesuai dengan kebutuhan penduduk bukan kemauan sang pemimpin".
"Dan yang harus diingat adalah tidak semua makhluk menyukai keputusanmu, jadi wajar bila ada yang tidak suka padamu" ujar Saka singa kepada Rubi rubah.
Rubi rubah merenungkan percakapan dengan Saka singa, ia sadar bahwa ia selama ini memerintah hanya semaunya saja bukan berdasarkan kebutuhan penduduk hutan, ia juga berjanji dalam hati akan lebih baik lagi.
Akhir cerita si Rubi rubah berubah lebih baik lagi sampai Saka singa kembali sehat dan siap untuk memerintah hutan. Setelah Saka singa sembuh Rubi rubah diangkat menjadi penasihat kerajaan dan kerajaan hutanpun kembali tentram.
Rabu, 25 November 2009
Lagu Apa Sih Bu?
Boby berjalan pulang kerumahnya setelah lelah ia bermain, ia berjalan sembari mendendangkan lagu favoritnya ST 12.
Ketika tiba dirumah (masih sambil menyanyikan lagunya itu) ia menjumpai ibunya yang sedang memasak. Ibu Boby memasak sambil mendengangkan sebuah lagu..
Kamu makannya apa
Saya juru masaknya
Ada tempe goreng ,
ada ayam goreng
Semua yang digoreng
(oseng, oseng, oseng )
Boby mendengar senandung ibunya lalu ia bertanya "Bu, itu lagu apa ya?"
Ibu Boby hanya bisa tertegun mendengar pertanyaan anaknya yang masih berusia 5 tahun. Akhirnya ibunya hanya berucap,
"Bob,lagu yang ibu nyanyikan tadi adalah lagu yang mestinya kamu dengar, bukan lagu-lagu orang dewasa".
"Memang sekarang sudah tidak ada lagi sih lagu anak-anak seperti jaman kakak kamu dulu atau jaman ibu kecil dulu".
"Tidak ada lagi suara cicak-cicak di dinding, disela-sela bunyi tik,tik,tik bunyi hujan,yang setelahnya terlihat pelangi".
Boby bingung mendengar kalimat terakhir ibunya.
"Bu, ibu ngomong apa cih bu?",tanya Boby
"Itu judul lagu anak-anak bob, makanya kamu ga tau, besok ibu cari deh kaset lagunya di meja belajar kakakmu, mudah-mudahan masih ada, biar kamu dengar".
"Nanti aja bu setelah kita makan kita cari sama-sama, aku udah ga sabar ingin dengar".
Setelah percakapan itu Ibu Boby melanjutkan memasak, dan Boby melanjutkan mainnya (tanpa mendendangkan lagu ST12).
Ketika tiba dirumah (masih sambil menyanyikan lagunya itu) ia menjumpai ibunya yang sedang memasak. Ibu Boby memasak sambil mendengangkan sebuah lagu..
Kamu makannya apa
Saya juru masaknya
Ada tempe goreng ,
ada ayam goreng
Semua yang digoreng
(oseng, oseng, oseng )
Boby mendengar senandung ibunya lalu ia bertanya "Bu, itu lagu apa ya?"
Ibu Boby hanya bisa tertegun mendengar pertanyaan anaknya yang masih berusia 5 tahun. Akhirnya ibunya hanya berucap,
"Bob,lagu yang ibu nyanyikan tadi adalah lagu yang mestinya kamu dengar, bukan lagu-lagu orang dewasa".
"Memang sekarang sudah tidak ada lagi sih lagu anak-anak seperti jaman kakak kamu dulu atau jaman ibu kecil dulu".
"Tidak ada lagi suara cicak-cicak di dinding, disela-sela bunyi tik,tik,tik bunyi hujan,yang setelahnya terlihat pelangi".
Boby bingung mendengar kalimat terakhir ibunya.
"Bu, ibu ngomong apa cih bu?",tanya Boby
"Itu judul lagu anak-anak bob, makanya kamu ga tau, besok ibu cari deh kaset lagunya di meja belajar kakakmu, mudah-mudahan masih ada, biar kamu dengar".
"Nanti aja bu setelah kita makan kita cari sama-sama, aku udah ga sabar ingin dengar".
Setelah percakapan itu Ibu Boby melanjutkan memasak, dan Boby melanjutkan mainnya (tanpa mendendangkan lagu ST12).
Rabu, 04 November 2009
Kisah Si Kerbau dan Burung Jalak
Ini kisah terjadi zaman dulu sekali, saat alam masih asri dan belum dimonopoli oleh makhluk yang bernama manusia, saat dimana hewan masih mandiri dan tidak dieksploitasi. Inilah kisahnya...
Pagi hari yang belum terkontaminasi si Ucuk kerbau uring-uringan karena seluruh tubuhnya gatal tanpa ia tau apa sebabnya, karena ia sendiri tidak bisa menggaruk badannya. Ia bertanya pada temannya si resik kerbau..
"Apakah tubuhmu pernah gatal-gatal?"tanya si Ucuk kerbau.
Resik menjawab "aku belum pernah tuh,mungkin karena kau malas membersihkan badanmu, makanya kau gatal-gatal".karena memang setau si Resik, Ucuk malas sekali membersihkan badannya.
"Mungkin juga ya sik, tapi kayanya beda deh gatal karena gak mandi dengan yang kualami saat ini, rasanya seperti ada binatang lain yang sedang menggigitiku, malah mungkin bertempat tinggal di tubuhku".kata si Ucuk.
"Wah kalau itu aku juga tidak tahu Cuk, mungkin hewan lain bisa menjawab".ujar Resik sambil menggelengkan kepalanya.
Ucuk pun berjalan pergi dengan sedih karena rasa gatal yang semakin hebat ditubuhnya.
Ditengah perjalan untuk bertanya kepada hewan lain si Ucuk bertemu dengan lala si burung jalak. Iapun mengeluhkan hal yang sama kepada lala.
"La, tubuhku kok gatal ya, sudah 3 hari ini tubuhku gatal begini", keluh si Ucuk.
"Coba kulihat tubuhmu Cuk, siapa tau aku bisa membantu", ujar Lala sembari terbang mendekat ke punggung si Ucuk.
"Wah Cuk, tubuhmu terserang kutu!", teriak lala.
"KUTU!!??, apa itu?", sahut Ucuk ketakutan.
"Kutu itu binatang juga cuk, tapi tenang kebetulan kutu ini makanan favoritku tapi aku belum pernah tau rasa kutu yang hinggap di kerbau itu bagaimana",ujar lala senang sambil mulai mematuki tubuh si Ucuk.
"Pelan-pelan La, geli rasanya, ihihihihi" si Ucuk kegelian.
"Wah Cuk, kutu di badanmu rasanya lezat sekali,belum pernah aku makan kutu selezat kutumu, sampai perutku tak muat lagi", ujar lala.
"Wah gatal ditubuhku hilang, terimakasih ya La"
"Iya Cuk, sama-sama"
"Bagaimana kalau kau mencari makan ditubuhku La?karena aku terganggu sekali ketika kutu-kutu itu hinggap di badanku".
"Wah aku senang sekali Cuk, baiklah aku akan datang menemuimu setiap sore Cuk, mudah-mudahan tubuhmu kutuan terus,ahahahahha"
"Baik La,heheheheh, terimakasih ya La, akan kuceritakan pada teman-temanku, kalau kau suka kutuku heheheheh"
"Sampai jumpa Ucuk, aku pergi dulu"Lala pun terbang meninggalkan si Ucuk yang tidak gatal lagi.
Sejak itulah Kerbau dan Jalak terus bersama karena hubungan mereka saling menguntungkan. Si Kerbau Senang, Si Jalak Kenyang.
Pagi hari yang belum terkontaminasi si Ucuk kerbau uring-uringan karena seluruh tubuhnya gatal tanpa ia tau apa sebabnya, karena ia sendiri tidak bisa menggaruk badannya. Ia bertanya pada temannya si resik kerbau..
"Apakah tubuhmu pernah gatal-gatal?"tanya si Ucuk kerbau.
Resik menjawab "aku belum pernah tuh,mungkin karena kau malas membersihkan badanmu, makanya kau gatal-gatal".karena memang setau si Resik, Ucuk malas sekali membersihkan badannya.
"Mungkin juga ya sik, tapi kayanya beda deh gatal karena gak mandi dengan yang kualami saat ini, rasanya seperti ada binatang lain yang sedang menggigitiku, malah mungkin bertempat tinggal di tubuhku".kata si Ucuk.
"Wah kalau itu aku juga tidak tahu Cuk, mungkin hewan lain bisa menjawab".ujar Resik sambil menggelengkan kepalanya.
Ucuk pun berjalan pergi dengan sedih karena rasa gatal yang semakin hebat ditubuhnya.
Ditengah perjalan untuk bertanya kepada hewan lain si Ucuk bertemu dengan lala si burung jalak. Iapun mengeluhkan hal yang sama kepada lala.
"La, tubuhku kok gatal ya, sudah 3 hari ini tubuhku gatal begini", keluh si Ucuk.
"Coba kulihat tubuhmu Cuk, siapa tau aku bisa membantu", ujar Lala sembari terbang mendekat ke punggung si Ucuk.
"Wah Cuk, tubuhmu terserang kutu!", teriak lala.
"KUTU!!??, apa itu?", sahut Ucuk ketakutan.
"Kutu itu binatang juga cuk, tapi tenang kebetulan kutu ini makanan favoritku tapi aku belum pernah tau rasa kutu yang hinggap di kerbau itu bagaimana",ujar lala senang sambil mulai mematuki tubuh si Ucuk.
"Pelan-pelan La, geli rasanya, ihihihihi" si Ucuk kegelian.
"Wah Cuk, kutu di badanmu rasanya lezat sekali,belum pernah aku makan kutu selezat kutumu, sampai perutku tak muat lagi", ujar lala.
"Wah gatal ditubuhku hilang, terimakasih ya La"
"Iya Cuk, sama-sama"
"Bagaimana kalau kau mencari makan ditubuhku La?karena aku terganggu sekali ketika kutu-kutu itu hinggap di badanku".
"Wah aku senang sekali Cuk, baiklah aku akan datang menemuimu setiap sore Cuk, mudah-mudahan tubuhmu kutuan terus,ahahahahha"
"Baik La,heheheheh, terimakasih ya La, akan kuceritakan pada teman-temanku, kalau kau suka kutuku heheheheh"
"Sampai jumpa Ucuk, aku pergi dulu"Lala pun terbang meninggalkan si Ucuk yang tidak gatal lagi.
Sejak itulah Kerbau dan Jalak terus bersama karena hubungan mereka saling menguntungkan. Si Kerbau Senang, Si Jalak Kenyang.
Kamis, 15 Oktober 2009
Si Tuli ingin eM Pi Tri
Si Tuli sedih sekali, karena hidupnya sunyi sekali.
Dia tidak bisa mendengar sama sekali, ketulian juga membuatnya tidak bisa bicara. Ia ingin sekali dapat mendengar seperti orang lain, terutama ia ingin sekali mendengar yang namanya musik.
Si tuli penasaran ketika melihat goyangan orang-orang dan bertanya dalam hati "Suara macam apakah yang membuat mereka bergoyang?".
Pernah ia mencoba bergoyang seperti orang lain, tapi tidak ada yang dirasakannya,hampa...
Si tuli pernah membaca bahwa ada alat yang bisa mendengarkan musik dimana saja yang bernama MP3 ia ingin sekali memiliki itu, karena sepertinya asyik kalau berjalan-jalan sambil mendengarkan alat tersebut. Karena selama ini ia berjalan tanpa mendengar apapun, sunyi...
Suatu hari yang sunyi seperti hari biasanya, Si Tuli bertemu burung nuri, burung nuri tersebut berkicau cerewet disebelahnya, tetapi percuma, Si Tuli penasaran apa yang burung itu celotehkan, apakah sama dengan manusia apa tidak?, ingin tapi tidak bisa karena dia tuli.
Si Tuli hendak pergi, didepan pintu rumah Si Tuli terbaring lemah si nuri, ternyata ia sakit, Si Tuli tidak jadi pergi, ia merawat si nuri.
Malam hari Si Tuli bermimpi, ia bertemu peri jelmaan si nuri yang tersenyum, Si Tuli bingung...
Pagi hari Si Tuli terbangun akibat telinganya sakit mendengar suara si nuri...SUARA!!!???inikah namanya suara?batin Si Tuli......
Si Tuli senang sekali karena ia bisa mendengar yang namanya musik dan ia akhirnya bisa membeli MP3 impiannya yang dipakainya selalu setiap berjalan-jalan. Si Nuri tersenyum melihat Si Tuli memakai MP3 dan berkata, "hampir tak ada bedanya dia, dia sama tulinya hanya saja sekarang ia tuli karena eM Pi Tri".ujar nuri dalam kicauannya.
Dia tidak bisa mendengar sama sekali, ketulian juga membuatnya tidak bisa bicara. Ia ingin sekali dapat mendengar seperti orang lain, terutama ia ingin sekali mendengar yang namanya musik.
Si tuli penasaran ketika melihat goyangan orang-orang dan bertanya dalam hati "Suara macam apakah yang membuat mereka bergoyang?".
Pernah ia mencoba bergoyang seperti orang lain, tapi tidak ada yang dirasakannya,hampa...
Si tuli pernah membaca bahwa ada alat yang bisa mendengarkan musik dimana saja yang bernama MP3 ia ingin sekali memiliki itu, karena sepertinya asyik kalau berjalan-jalan sambil mendengarkan alat tersebut. Karena selama ini ia berjalan tanpa mendengar apapun, sunyi...
Suatu hari yang sunyi seperti hari biasanya, Si Tuli bertemu burung nuri, burung nuri tersebut berkicau cerewet disebelahnya, tetapi percuma, Si Tuli penasaran apa yang burung itu celotehkan, apakah sama dengan manusia apa tidak?, ingin tapi tidak bisa karena dia tuli.
Si Tuli hendak pergi, didepan pintu rumah Si Tuli terbaring lemah si nuri, ternyata ia sakit, Si Tuli tidak jadi pergi, ia merawat si nuri.
Malam hari Si Tuli bermimpi, ia bertemu peri jelmaan si nuri yang tersenyum, Si Tuli bingung...
Pagi hari Si Tuli terbangun akibat telinganya sakit mendengar suara si nuri...SUARA!!!???inikah namanya suara?batin Si Tuli......
Si Tuli senang sekali karena ia bisa mendengar yang namanya musik dan ia akhirnya bisa membeli MP3 impiannya yang dipakainya selalu setiap berjalan-jalan. Si Nuri tersenyum melihat Si Tuli memakai MP3 dan berkata, "hampir tak ada bedanya dia, dia sama tulinya hanya saja sekarang ia tuli karena eM Pi Tri".ujar nuri dalam kicauannya.
Jumat, 14 Agustus 2009
Siapa ????
Cangkul....
Cangkul....
Cangkul....
Tanam......
Tanam......
Tanam......
Timbun.....
Timbun.....
Timbun.....
Siram.........
Siram.........
Siram.........
Tumbuh kecil.....
Tumbuh sedang......
Tumbuh besar.........
"Pak maaf, pohonnya sudah terlalu besar, kami warga sini takut pohon itu roboh menimpa orang lewat". Pak RT berkata.
"............." Bapak hanya bisa diam dan membayangkan sedihnya pohon yang menjadi saksi bisu hidupnya akan ditebang.
"Sabar ya pak" kataku.
"Iya nak, bapak hanya berfikir sebenernya siapa yang seharusnya takut? pohon kah? atau orang-orangkah? dan siapa yang mengganggu, si pohon kah? atau orang-orang itu?.
"Aku juga bingung pak, sayang si pohon tak bisa bicara ya pak"kataku.
"Iya, bapak juga ingin tahu apa yang ada didalam pikiran si pohon"ujar bapak sambil menagajakku masuk rumah.
Cangkul....
Cangkul....
Tanam......
Tanam......
Tanam......
Timbun.....
Timbun.....
Timbun.....
Siram.........
Siram.........
Siram.........
Tumbuh kecil.....
Tumbuh sedang......
Tumbuh besar.........
"Pak maaf, pohonnya sudah terlalu besar, kami warga sini takut pohon itu roboh menimpa orang lewat". Pak RT berkata.
"............." Bapak hanya bisa diam dan membayangkan sedihnya pohon yang menjadi saksi bisu hidupnya akan ditebang.
"Sabar ya pak" kataku.
"Iya nak, bapak hanya berfikir sebenernya siapa yang seharusnya takut? pohon kah? atau orang-orangkah? dan siapa yang mengganggu, si pohon kah? atau orang-orang itu?.
"Aku juga bingung pak, sayang si pohon tak bisa bicara ya pak"kataku.
"Iya, bapak juga ingin tahu apa yang ada didalam pikiran si pohon"ujar bapak sambil menagajakku masuk rumah.
Kamis, 30 Juli 2009
Hancur.........
BLARRRRRRRRRRRR!!!!!! meledaklah 2 hotel JW Marriott dan Ritz Carlton pada tanggal 17 Juli 2009 pukul 07:45 WIB. Ledakan yang diakibatkan oleh bom bunuh diri tersebut menewaskan 9 nyawa dan puluhan luka-luka.
Waeng,begitu kawan-kawannya memanggilnya,nama aslinya Wawan tetapi karena matanya jereng,ia dipanggil dipanggil Wawan Jereng atau disingkat Waeng. Waeng sedang berada diwarung tempat ia biasa melepas lelah sehabis mengantarkan koran ketika peristiwa bom tersebut merenggut salah satu impiannya.
Mak Ijah si penjaga warung memberikan es teh manis kepada Waeng yang sedang serius mendengarkan berita melalui radio tua milik Mak Ijah, ia tertunduk lesu sambil berharap pertandingan antara tim kesayangannya Manchester United melawan Tim Nasional Indonesia tetap jadi dilaksanakan.
Waeng teringat ketika pertama kali membaca kabar rencana kedatangan tim kesayangannya itu, dia senang sekaligus bingung, karena Waeng ingin sekali menonton pertandingan itu tapi bagaimana bisa dia membeli tiket yang harganya sangat mahal sekali bagi penjual koran berusia 11 tahun yang harus mencari uang untuk membiayai sekolahnya setelah ia dan ibunya ditinggal oleh ayahnya.
Waeng bingung harus mencari uang lebih darimana, ia merenung dikamarnya yang sekedarnya dan penuh oleh poster-poster pemain MU yang ia ambil dari bonus koran olahraga dagangannya. Akhirnya ia memutuskan untuk membicarakan keinginannya dengan ibunya yang sedang sibuk melayani para langganan di Warung Nasi miliknya.
"Bu,Wawan ingin sekali nonton pertandingan itu bu",Waeng menjelaskan.
"Iya wan,Ibu ngerti,tapi uang darimana kita?",Ibunya menjawab.
"Wawan akan menabung bu,pertandingan kan masih 2 bulan lagi,walaupun mungkin wawan hanya mampu membeli tiket yang paling murah,tapi wawan akan datang bu",Waeng menambahkan.
"Yaudah wan,2 bulan ini kamu tidak usah menyetorkan hasil jualan koranmu pada Ibu,kamu tabung buat kamu beli tiket itu",Ibunya akhirnya merelakan dirinya bekerja lebih keras untuk anaknya yang memang ia tau sangat amat menyukai MU karena setiap sore iya melihat anaknya langsung mengganti baju sekolahnya dengan seragam MU imitasi yang bernomor punggung 8 bertuliskan Rooney, lalu anaknya itu bermain bola dengan teman-temannya sambil berteriak "lo harus siap lawan gw,Waeng Rooney!".
Waeng senang bukan kepalang mendengar jawaban ibunya, ia semakin semangat menjajakan korannya, dan menceritakan kepada teman temannya bahwa ia akan nonton pertandingan tersebut.
"Jo, gw bakalan nonton pertandingan MU disini lho"ujar Waeng kepada Tarjo salah satu temannya
"Dan gw gak sabar nonton langung aksi Waeng Rooney sama temen-temennya"tambah Waeng
"Hahahahahahahhahaha,iya eng,smoga sukses ya eng"ujar Tarjo yang mulai bosan karena diceritakan hal itu berulang kali oleh Waeng.
Tetapi kini ia hanya bisa menangis setelah ada berita dari radio yang sama bahwa MU membatalkan rencananya datang ke Indonesia. Ia hanya bisa mengutuk pelaku bom bunuh diri tersebut. Ibunnya pun sedih melihat semangat anaknya yang hilang, dan Waeng hanya bisa menahan tangis ketika teman-teman menertawakan pembatalan pertandingan tersebut.
"Kenapa sih harus ada bom?"
"kenapa sih harus meledak sekarang?"
"kenapa sih pertandingan itu batal?"
"kenapa sih orang-orang itu tega ngancurin mimpi gw?"
"kenapa?"
"kenapa?"tanya Waeng dalam hati sambil menatap poster Wyne Rooney yang telah iya ganti nama depannya menjadi Waeng Rooney.
Waeng,begitu kawan-kawannya memanggilnya,nama aslinya Wawan tetapi karena matanya jereng,ia dipanggil dipanggil Wawan Jereng atau disingkat Waeng. Waeng sedang berada diwarung tempat ia biasa melepas lelah sehabis mengantarkan koran ketika peristiwa bom tersebut merenggut salah satu impiannya.
Mak Ijah si penjaga warung memberikan es teh manis kepada Waeng yang sedang serius mendengarkan berita melalui radio tua milik Mak Ijah, ia tertunduk lesu sambil berharap pertandingan antara tim kesayangannya Manchester United melawan Tim Nasional Indonesia tetap jadi dilaksanakan.
Waeng teringat ketika pertama kali membaca kabar rencana kedatangan tim kesayangannya itu, dia senang sekaligus bingung, karena Waeng ingin sekali menonton pertandingan itu tapi bagaimana bisa dia membeli tiket yang harganya sangat mahal sekali bagi penjual koran berusia 11 tahun yang harus mencari uang untuk membiayai sekolahnya setelah ia dan ibunya ditinggal oleh ayahnya.
Waeng bingung harus mencari uang lebih darimana, ia merenung dikamarnya yang sekedarnya dan penuh oleh poster-poster pemain MU yang ia ambil dari bonus koran olahraga dagangannya. Akhirnya ia memutuskan untuk membicarakan keinginannya dengan ibunya yang sedang sibuk melayani para langganan di Warung Nasi miliknya.
"Bu,Wawan ingin sekali nonton pertandingan itu bu",Waeng menjelaskan.
"Iya wan,Ibu ngerti,tapi uang darimana kita?",Ibunya menjawab.
"Wawan akan menabung bu,pertandingan kan masih 2 bulan lagi,walaupun mungkin wawan hanya mampu membeli tiket yang paling murah,tapi wawan akan datang bu",Waeng menambahkan.
"Yaudah wan,2 bulan ini kamu tidak usah menyetorkan hasil jualan koranmu pada Ibu,kamu tabung buat kamu beli tiket itu",Ibunya akhirnya merelakan dirinya bekerja lebih keras untuk anaknya yang memang ia tau sangat amat menyukai MU karena setiap sore iya melihat anaknya langsung mengganti baju sekolahnya dengan seragam MU imitasi yang bernomor punggung 8 bertuliskan Rooney, lalu anaknya itu bermain bola dengan teman-temannya sambil berteriak "lo harus siap lawan gw,Waeng Rooney!".
Waeng senang bukan kepalang mendengar jawaban ibunya, ia semakin semangat menjajakan korannya, dan menceritakan kepada teman temannya bahwa ia akan nonton pertandingan tersebut.
"Jo, gw bakalan nonton pertandingan MU disini lho"ujar Waeng kepada Tarjo salah satu temannya
"Dan gw gak sabar nonton langung aksi Waeng Rooney sama temen-temennya"tambah Waeng
"Hahahahahahahhahaha,iya eng,smoga sukses ya eng"ujar Tarjo yang mulai bosan karena diceritakan hal itu berulang kali oleh Waeng.
Tetapi kini ia hanya bisa menangis setelah ada berita dari radio yang sama bahwa MU membatalkan rencananya datang ke Indonesia. Ia hanya bisa mengutuk pelaku bom bunuh diri tersebut. Ibunnya pun sedih melihat semangat anaknya yang hilang, dan Waeng hanya bisa menahan tangis ketika teman-teman menertawakan pembatalan pertandingan tersebut.
"Kenapa sih harus ada bom?"
"kenapa sih harus meledak sekarang?"
"kenapa sih pertandingan itu batal?"
"kenapa sih orang-orang itu tega ngancurin mimpi gw?"
"kenapa?"
"kenapa?"tanya Waeng dalam hati sambil menatap poster Wyne Rooney yang telah iya ganti nama depannya menjadi Waeng Rooney.
Langganan:
Postingan (Atom)