Jumat, 23 Juli 2010

Kisah si Rubah yang Ingin Jadi Raja

Rubi rubah tampak kesal sekali setiap melihat Saka singa sang raja hutan memerintah semua makhluk pengisi hutan rimba tempat tinggalnya. Rubi iri dia ingin sekali dapat dihormati dan dapat memerintah seluruh isi hutan atas kemauannya.

Setiap hari Rubi mencari cara agar ia dapat duduk di singgasana sang singa. Rubi pernah mencoba bersama rombongan rubahnya melakukan upaya perebutan kekuasaan, tapi memang Saka singa perkasa tak gentar dan tak berhasil Rubi menurunkannya.

Suatu hari Saka singa jatuh sakit, sakitnya cukup parah sehingga membutuhkan pengganti dia untuk sementara dan akan diadakan pemungutan suara untuk mencari penggantinya. Kabar tersebut sampai ke telinga Rubi rubah, ia tentu gembira sekaligus bingung bagaimana caranya agar ia bisa terpilih menggantikan Saka singa.

Rubi rubah mencari akal bagaimana agar mendapatkan nama baik setelah namanya tercemar akibat ulahnya dulu. Ia memutuskan untuk berpura-pura baik kepada seluruh penduduk hutan sampai masa pemilihan berlangsung.

Hari hari menjelang pemilihan berlangsung diisi Rubi rubah dengan berpura-pura baik kepada seluruh penduduk hutan, ia juga berkata-kata manis dan memberi janji-janji yang tak akan terealisasi, sampai akhirnya penduduk hutan percaya pada omongannya dan memilih Rubi rubah sebagai Raja sementara sampai Saka Singa sembuh dari sakitnya.

Keesokan harinya Rubi rubah mulai menjalankan tugasnya sebagai raja hutan yang baru, keinginannya tercapai, ia mulai memerintahkan seluruh penduduk hutan sesuai keinginannya bukan sesuai kebutuhan rakyatnya. Kekacauan demi kekacauan pun terjadi, janji-janji Rubi rubah pun tak kunjung terealisasi. Ia bingung kenapa hal tersebut bisa terjadi, dia pusing kenapa situasinya sama sekali berbeda pada saat Saka singa berkuasa. Saat Saka singa berkuasa hutan aman dan tentram, tapi kenapa saat Rubi berkuasa semuanya tampak buruk?.

Akhirnya ia minta nasihat Saka singa yang sudah agak membaik.

"Wahai Saka singa, mengapa penduduk hutan menjadi kacau saat aku berkuasa, berbeda sekali dengan waktu kamu berkuasa"tanya Rubi rubah

"Rubi rubah, untuk jadi pemimpin yang hebat itu bukan hal yang mudah, banyak sekali yang harus dipertimbangkan sebelum kita mengeluarkan pendapat, perintah, atau tindakan yang sesuai dengan kebutuhan penduduk bukan kemauan sang pemimpin".

"Dan yang harus diingat adalah tidak semua makhluk menyukai keputusanmu, jadi wajar bila ada yang tidak suka padamu" ujar Saka singa kepada Rubi rubah.


Rubi rubah merenungkan percakapan dengan Saka singa, ia sadar bahwa ia selama ini memerintah hanya semaunya saja bukan berdasarkan kebutuhan penduduk hutan, ia juga berjanji dalam hati akan lebih baik lagi.

Akhir cerita si Rubi rubah berubah lebih baik lagi sampai Saka singa kembali sehat dan siap untuk memerintah hutan. Setelah Saka singa sembuh Rubi rubah diangkat menjadi penasihat kerajaan dan kerajaan hutanpun kembali tentram.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar