Kamis, 20 Januari 2011

Raja Turtis

Di Negeri dongeng yang menjadi tempat tinggal para hewan-hewan kecil sekarang menjadi tidak nyaman, negeri ini dipimpin oleh Raja kura-kura yang bernama Raja Turtis, kenapa kura-kura bisa jadi Raja di negeri ini, konon katanya akibat ayah Turtis memenangkan pertandingan balap lari dengan kelinci yang sombong, ya mungkin kalian sudah mendengar kisah itu berulang-ulang kali.

Untuk kurun waktu yang lama negeri ini sangat nyaman, karena Raja kura-kura tua dapat memimpin negeri ini dengan bijaksana, beliau amat berbaur dengan rakyatnya yang dahulu pernah mendukungnya mengalahkan sang kelinci. Tetapi semenjak kepergian Raja Tua dan digantikan oleh Raja Turtis negeri ini menjadi kelam, karena sang Raja hanya mementingkan kepentingan pribadinya saja tanpa peduli rakyatnya yang semakin jelata.

Kelaparan menyebabkan para hewan di Negeri dongeng mencari hewan-hewan lain yang lebih kecil untuk mereka makan, padahal semasa pemerintahan Raja Tua hal tersebut sangat dilarang. Hal tersebut tidak diperhatikan oleh sang Raja karena asyik dengan kehidupannya sendiri dan sering meminta upeti berupa hasil kebun para penduduk negeri.

Kaum kelinci yang tidak bisa memakan makanan lain selain sayur dan buah sangat kelaparan, karena mereka susah mendapatkan makanan, tanah yang gersang dan susah ditumbuhi oleh tumbuhan menjadi penyeab utamanya, yang lagi-lagi luput dari perhatian Raja Turtis.

Cici kelinci sangat lapar dan merasa harus melaporkan kelaparan yang melanda negeri ini kepada Raja Turtis. Ia memutuskan untuk dating ke istana dan melaporkannya kepada raja. Ayah dari Cici kelinci adalah kelinci yang dahulu dikalahkan oleh ayah Raja Turtis, karena kesombongannya, setelah pamit kepada ayahnya Cici pergi menuju istana Raja Turtis yang megah.

Sesampainya di dalam pagar istana yang dibuat menjulang tinggi oleh sang raja Cici heran karena amat sangat berbeda keadaannya dengan diluar pagar istana, penjaga-penjaga istana yang juga bangsa kura-kura pun memakai pakaian yang sangat bagus, amat sangat berbeda dengan Cici. Akhirnya Cici dapat menghadap Raja Turtis setelah berhasil melewati penjaga-penjaga istana, berbekal kegesitannya ia mengelabui penjaga dengan mudah.

“Apa maumu kelinci? Kau tidak puas dengan kekalahan Ayahmu dulu?” sambut sang Raja.

“Tidak baginda, hamba hanya ingin melaporkan bahwa Negeri ini sekarang buruk, kelaparan melanda di semua desa” jawab Cici.

“Oh ya? Aku tidak pernah dengar itu, dan aku tidak peduli itu, hahahahah” jawab sang Raja

“Coba lihat baginda, keadaan rakyat sangat mengkhawatirkan, mereka mulai memakan hewan” Cici mencoba menggugah sang Raja.

“Bagus itu, mereka jadi mendapat makanan lain selain sayur dan buah” Raja tidak tergugah.

“Raja Turtis memang tidak sebaik ayahnya, hamba menghormati ayah baginda karena dia dapat memimpin negeri ini dengan bijak, sedangkan Raja tidak” Cici mulai emosi.

“Kau menghormati ayahku karena berhasil mengalahkan ayahmu. Apa kau mau kukalahkan lagi?”

“Apa raja bersedia berlomba lari dengan saya, seperti para ayah kita dulu?” Cici menantang Raja Turtis.

“Baik aku terima tangtanganmu, kita balap lari keliling desa pada perayaan hari ulang tahun ayahku minggu nanti.

“Baik raja, saya akan berlatih untuk tidak mengulangi kesalahan ayah saya dulu.

Hari pertandinganpun tiba, para penduduk negeri dongeng telah berkumpul untuk menyaksikan pertandingan legendaris yang mereka sangka tidak akan pernah menyaksikannya lagi. Pertandingan lari kelinci dan kura-kura antara CIci Kelinci melawan Raja Turtis.

Pertandinganpun dimulai, dari segi apapun kecuali kekuasaan Raja pasti kalah jauh melawan Cici, Raja tentu tidak mau kalah begitu saja, ia sudah menyiapkan pengawalnya untuk membuat Cici kalah, tetapi Cici selalu bisa mengelak dari jebakan dan anehnya ia berada tidak jauh didepan Raja Turtis yang lambat, padahal bisa saja ia segera menyelesaikannya.

Hampir setengah rute mereka tempuh, Raja mulai kelelahan, dan merasakan kakinya sakit karena tanah yang keras padahal dahulu tanah itu lembut karena ditutupi rumput yang tebal. Raja melihat sekitar dan mulai meneteskan air matanya.

“Cici, kita sudahi saja pertandingan ini, aku mengaku kalah dan salah” Raja berkata kepada CIci yang tidak jauh didepannya.

“Akhirnya Raja tau keadaan negeri ini setelah kita berlari” ujar Cici menghetikan larinya.

“Terima kasih Cici kau menyadarkanku, aku bukan raja yang baik”

“Aku bahkan tidak pernah melihat ini sebelumnya karena tergoda oleh kehidupan istana yang serba ada”

“Aku akan meminta maaf kepada rakyatku” sesal Raja.

Akhirnya Raja memberikan pidato permintaan maafnya kepada Rakyat Negei Dongeng di istananya yang mewah, seluruh warga diundang dan diberikan makanan oleh sang Raja. Raja telah insyaf dan mengangkat Cici kelinci menjadi penasihatnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar